Friday, June 5, 2015

Tugas Akhir Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

Pada tugas akhir mata kuliah softskill Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan ini, kami diminta untuk menampilkan bakat kami masing- masing secara berkelompok.

Sehubungan dengan tugas tersebut, saya dan beberapa teman teman saya akan menampilkan bakat kami berupa memasak. Pada tugas akhir ini, kami akan membuat kue brownies, Bahan-bahan yang kami butuhkan berupa tepung terigu, telur ayam, gula pasir, margarin, dark chocolate, almond/ kenari mete (sesuai selera). Sedangkan alat- alat yang dibutuhkan untuk membuat kue brownies ini berupa alat-alat memasak sederhana berupa mangkuk, oven, mixer, dsb. Dikarenakan keterbatasan waktu dan tempat, cara memasaknya akan kami rekam dan kami tampilkan dalam bentuk video. 

Kurang lebih seperti itulah gambaran tugas akhir yang akan kelompok kami presentasikan di depan kelas nanti.

Friday, April 24, 2015

Kenali Potensi Diri Anda!



                Kata potensi berasal dari serapan dari bahasa Inggris, yaitu potencial. Artinya ada dua kata, yaitu, (1) kesanggupan; tenaga (2) dan kekuatan; kemungkinan. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia, definisi potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan, kekuatan, kesanggupan, daya.Intinya, secara sederhana, potensi adalah sesuatu yang bisa kita kembangkan (Majdi, 2007:86).

                Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut (Wiyono, 2006:37). Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam didalam dirinya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.
                Sangat penting untuk mengetahui potensi diri kita masing- masing, karena potensi diri meriupakan susatu anugerah yang telah diberikan Tuhan YME kepada setiap individu. Menurut saya potensi yang ada dalam diri saya semenjak kecil adalah musik. Saya sudah gemar menyanyi sejak saya masih kecil. Saya menggemari bermacam- macam jenis musik, dan dari kecil saya dengan sangat  gampang menghafalkan lirik lagu. Saya juga dibesarkan di tengah- tengah lingkungan keluarga yang mencintai musik, dari saya kecil setiappagi,ibu saya sering menyetel beberapa kaset kesukaannya, sehingga saya sangat terbiasa dengan berbagai macam genre lagu. Kemudahan saya menghafal lirik lagu ini mungkin dikarenakan kecintaan saya terhadap music, sehingga semenjak kecil ketika saya mendengarkan lagu saya selalu ingin mngerti dan menghayati inti dari lagu tersebut. Hingga saya beranjak dewas pun, saya selalu menghayati danmenghafalkan lagu yang saya sukai, jadi saya tidak hanya sekedar mendengarkan. Semakin kita beranjak dewasa, biasanya kita akan lebih mengenali aliran music yang paling kita sukai.
                Selain itu, potensi dalam diri saya menurut saya adalah public speaking. Semenjak saya kecil, saya cenderung mudah mengikuti orang yang berbahasa asing dan belajar bahasa asing. Saya juga suka berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain semenjak kecil. Saya suka berdiskusi dan berkumpul. Saya jarang menemui kesulitan untuk berbicara didepan khalayak ramai, walaupun saya kurang latihan sebelumnya, tapi saya biasanya selalu bisa mengatasi kebingungan saya. Walau bagai manapun, saya terkadang tetap merasa gugup bila berbicara di depan sekumpulan orang yang belum saya kenal, namun biasanya saya selalu bisa mengatasi rasa cemas dan gugup saya. Hal ini mungkin dikarenakan semenjak kecil saya dididik oleh ibu saya harus menjadi orang yang berani berbicara di depan siapapun selama hal yang saya biacarakan adalah kebenaran.
                Itulah beberapa potensi dalam diri saya yang saya kenali semenjak kecil. 




Sumber:  http://www.kajianpustaka.com/2013/10/potensi-diri.html

Friday, April 17, 2015

Perbedaan Bakat dan Kreativitas

            Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda,termasuk dalam bidang dan kadar dari bakat yang dimilikinya.Menurut devinisi Semiawa(Ali & Asrori, 2005) menyimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.Dengan bakat, memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu.Tetapi, untuk mewujudkan bakat ke dalam suatu prestasi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan motivasi.Berkaitan dengan hal tersebut, U.S. Office of Education menekankan bahwa anak berbakat  memerlukan pelayanan dan program pendidikan khusus dengan potensi, minat dan kemampuan agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat dan untuk pengembangan dirr sendiri.Jadi, bakat adalah seberapa baik seseorang memiliki kemampuan pada bidang pegetahuan atau keterampilan khusus dengan berlatih.
            Selain itu terdapat alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.
            Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.
            Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi atau bakat hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. 




 Sumber:
http://pemulihanjiwa.com/perbedaan-antara-inteligensi-bakat-dan-kreativitas.html
 http://mettaadnyana.blogspot.com/2014/06/makalah-bakat-dan-kreativitas.html

Thursday, March 19, 2015

My Talented Mom



Dalam post kali ini, saya ingin mendeskripsikan orang berbakat menurut saya.

Orang terdekat saya yang menurut saya berbakat adalah ibu saya. Bakat yang dimiliki ibu saya adalah memasak. Ibu saya dapat memasak berbagai macam makanan khususnya makanan indonesia. Ibu saya sangat peka terhadap rasa sehingga makanan yang dimasaknya selalu terasa lezat. Bakat yang dimiliki beliau ini mungkin diturunkan dari nenek saya, yang juga jago memasak. Saat saya bertanya soal bagaimana ibu saya bisa memiliki keahlian memasak ini, ibu saya berkata bahwa ia tidak pernah belajar. Ia hanya melihat nenek saya pada waktu memasak dan mencicipinya. Saat masih kecil dulu, nenek saya bahkan tidak pernah mengajarkan ibu saya memasak. Dari pengakuan ibu saya, keahlian memasak nya ini mengalir begitu saja, beliau hanya bertanya- tanya pada nenek saya apa resep masakan yang akan dimasak lalu beliau dengan cepat dapat menyajikan makanan tersebut denngan lezat. Selain itu, ibu saya juga suka mencoba resep- resep baru yang didapatkannya dari tv atau teman-temannya. Apapun yang dimasak oleh ibu saya rasanya selalu lezat. Jarang sekali beliau memasak sesuatu lalu gagal dan rasanya tidak sesuai dengan harapan. masakan ibu saya adalah favorit ayah saya, kakak saya, dan saya tentunya. Pernah suatu ketika kakak saya ditanya tentang tempat makan dan makanan terenak yang pernah dia makan, dan kakak saya menjawab tempat makan yang paling enak adalah rumah dan makanan terenak adalah masakan ibu saya. Masakan ibu saya yang menjadi favorit bagi saya adalah udang goreng tepung, filet ayam, dan ayam panggang. Masakan ibu saya yang menjadi favorit kakak saya adalah makanan tradisional jawa yaitu sayur pedas dan mangut. Masakan ibu saya yang menjadi favorit ayah saya adalah sayur asam dan ikan panggang. kami semua memiliki favorit kami tersendiri. Dan kami sekeluarga adalah penggemar makanan pedas kecuali ayah saya.

Saya dan ibu saya sangat dekat sekali. Ibu saya adalah ibu sekaligus sahabat saya. Saya telah berencana liburan kenaikan semester nanti ingin belajar memasak dengan ibu saya. Saya berharap saya juga mewarisi bakat memasak ibu saya.

Thursday, March 12, 2015

Apa itu Bakat?



Disadari atau tidak, setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini pasti mempunya potensi diri atau bakat. Tapi terkadang, kita masih bingung bakat apa yang kita miliki. Mana yang benar- benar bakat alami yang merupakan anugerah sejak kita dilahirkan dan mana yang hanya sekedar minat. Padahal, yang dimaksud dengan bakat dan minat itu sangat berbeda. 

Menurut Merriam-Webster, minat adalah kecenderungan terhadap sesuatu. Bisa diartikan, minat adalah dorongan kuat dalam diri seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan. Minat  jadi salah satu faktor yang dapat mengarahkan bakat.  Sedangkan bakat adalah anugrah/talenta yang dimiliki seseorang. Sifat dasar, kepandaian, pembawaan yang muncul sejak lahir. Misalnya bakat menyanyi, bakat kesenian. 
Keberbakatan merupakan suatu potensi bawaan yang setiap orang mempunyai bentuk yang berbeda satu dengan lainnya.  Umumnya mempunyai potensi kuat diberbagai bidang  Anak mempunyai dorongan dari dalam dirinya untuk selalu mencari tahu. 

Cara terbaik untuk melihat minat dan bakat kita terhadap suatu hal, adalah dengan melakukan segala sesuatu secara totalitas, Artinya tidak cuma sekedar suka saja, kita juga perlu menggali lebih dalam tentang potensi tersebut. Misalnya ketika kita suka bermain musik, kita bisa mengasah kemampuan kita dengan cara ikut les musik. Suka menulis, kita mulai dengan menulis di blog, lalu kita kirim ke penerbitan untuk diterbitkan. 
Menurut Jennifer Hamady, specializes in emotional issues that interfere with optimal self-expression, dalam PsychologyToday, saat kita melakukan sesuatu dengan senang, bersemangat, tanpa terpaksa, kita bisa mengetahui bakat atau potensi alami yang kita punya.  Jangan takut mencoba berbagai kegiatan dan aktif dalam berbagai organisasi untuk menguji bakat dan minatmu.  Jangan lupa untuk mengikuti tes bakat dan minat yang sekarang sudah marak ditengah- tengah masyarakat kita dan sering diselenggarakan di sekolah- sekolah untuk mengetahui bakat dan minat kita. 

Menurut saya, potensi atau bakat yang terpendam yang sudah saya miliki semenjak kecil adalah menyanyi. Selain itu, bakat yang saya miliki adalah berbahasa atau kemampuan memahami bahasa karena semenjak kecil saya cenderung mudah memahami bahasa asing seperti bahasa inggris, saya tidak butuh waktu lama untuk memahami dan mepraktekkannya.  

Menggali dan mengasah potensi dalam diri kita atau biasa disebut bakat, tentu saja merupakan hal yang sangat penting, karena bakat merupakan anugerah dari Tuhan yang telah diberikan kepada masing- masing individu. Dengan menggali dan mengetahui apa bakat kita,  tentu saja selanjutnya kita dapat terus berlatih dan mengasahnya, sehingga kita menjadi ahli di bidang tersebut. Menekuni bidang yang merupakan bakat kita tentu saja akan jauh lebih mudah dibandingkan hal lain yang bukan merupakan bakat kita, karena adanya potensi dalam diri kita yang telah di anugerahkan Tuhan sejak kita lahir. Maka dari itu, kenali dan asahlah bakat kita sedini mungkin. 




Sumber: 
http://www.gadis.co.id/gaul/ngobrol/apa.itu.bakat.dan.minat/001/007/905

http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/29/mengenal-keberbakatan-329468.html

Monday, October 27, 2014

Festival Tabuik di Pariaman



Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Maka tidak dapat  diragukan bahwa ajaran dan budaya Agama Islam sungguh meresap di Indonesia khususnya di beberapa daerah yang hampir seluruh penduduknya beragama islam. Salah satu Kota yang mendapatkan pengaruh budaya Islam adalah Kota Pariaman. Kota Pariaman berada di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tepatnya di pesisir pantai Laut Hindia, sebelah utara kota Padang. Pariaman adalah sebuah nama yang berarti “daerah yang aman”, memiliki luas wilayah 73,36 kilometer persegi.
 
Kata tabuik yang berasal dari bahasa Arab dapat mempunyai beberapa pengertian. Pertama, tabuik diartikan sebagai ‘keranda’ atau‘peti mati’. Pengertian yang lain mengatakan bahwa tabuik artinya adalah peti pusaka peninggalan Nabi Musa yang digunakan untuk menyimpan naskah perjanjian Bani Israel dengan Allah. Tabut pada mulanya sebuah peti kayu yang dilapisi dengan emas sebagai tempat penyimpanan manuskrip Taurat yang ditulis di atas lempengan batu.  Akan tetapi, Tabuik kali ini tidak lagi sebuah kotak peti kayu yang dilapisi oleh emas. Namun,  yang diarak oleh warga Pariaman adalah sebuah replika menara tinggi yang terbuat dari bambu, kayu, rotan, dan berbagai macam hiasan. Puncak menara adalah sebuah hiasan yang berbentuk payung besar, dan bukan hanya di puncak, di beberapa sisi menara hiasan berbentuk payung-payung kecil juga terpasang berjuntai. Tidak seperti menara lazimnya, bagian sisi-sisi bawah Tabuik terkembang dua buah sayap. Di antara sisi-sisi sayap itu, terpasang pula ornamen ekor dan sebuah kepala manusia sepertinya wajah wanita lengkap dengan kerudung. Bambu-bambu besar menjadi pondasi sekaligus tempat pegangan untuk mengusung Tabuik yang terlihat kokoh dan sangat berat. Butuh banyak pria untuk mengangkatnya dan butuh banyak kucuran keringat untuk mengoyaknya.

Festival Tabuik adalah perayaan memperingati Hari Asyura (10 Muharam) yaitu mengenang  kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad Saw  yaitu Saidina Hassan bin Ali yang wafat diracun serta Saidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Iraq tanggal 10 Muharam 61 Hijrah (681 Masehi). Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tubuh Imam Husain yang sudah wafat dirusak dengan tidak wajar. Kepala Imam Husein dipenggal oleh tentara Muawiyah. Kematian Imam Husein diratapi oleh kaum Muslim terutama Muslim Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam setelah Imam Husain meninggal. Namun, janji itu ternyata dilanggar dan malah mengangkat Jazid yaitu anaknya sebagai putera mahkota. Sebagian Muslim percaya jenazah Husain diusung ke langit menggunakan Bouraq dengan peti jenazah yang disebut Tabot. Kendaraan Bouraq yang disimbolkan dengan wujud kuda gemuk berkepala wanita cantik menjadi bagian utama bangunan Tabuik. Awalnya Tabuik sebagai simbol ritual bagi pengikut Syi’ah untuk mengumpulkan potongan-potongan tubuh Imam Husein dan selama ritual itu para peserta berteriak “Hayya Husein, hayya Husein” atau yang berarti “Hidup Husein, hidup Husein”.  Akan tetapi, di Pariaman teriakan tersebut telah berganti dimana para pengusung dan peserta Tabuik akan berteriak “Hoyak Hussein, hoyak Hussein” sambil menggoyang- goyangkan menara tabuik yang berbentuk menara dan bersayap.
Festival Tabuik masuk kalender acara wisata Sumatra Barat dan kalender acara wisata nasional. Puluhan ribu orang dari pelosok Sumatra Barat dan perantau datang ke Pariaman hanya ingin melihat Festival Tabuik selama 14 hari. Upacara tabuik dapat dihadiri hingga sekitar 6.000 orang per hari dan sekitar 90.000 orang pada saat puncak acara. Acara Tabuik di Pariaman dan Ta’ziyeh di Iran memiliki kesamaan ritual yaitu memperingati kematian Imam Hussein. Dalam perayaan ini masyarakat menyaksikan dua buah tabuik atau keranda setinggi 13 hingga 15 meter yang masing-masing diangkat oleh 20 lelaki. Mereka menggoyang-goyang, memutar-mutar, dan mengarak tabuik dari pusat kota menuju pantai. Lalu, pemain gendang tasa menepuk irama. Di antara irama gendang terselip teriakan keras “Hoyak Hussein!” Tradisi Tabuik telah terpelihara sejak 1829 oleh warga Pariaman. Perayaan Tabuik diselenggarakan setiap 1 hingga 10 Muharam. Ada beberapa versi mengenai asal-usul perayaan tabuik di Pariaman. 

Versi pertama mengatakan bahwa tabuik dibawa oleh orang-orang Arab (Muslim Syiah) yang datang ke Pulau Sumatera untuk berdagang. Sedangkan, versi lain berdasarkan catatan Snouck Hurgronje mengatakan bahwa tradisi Tabuik masuk ke Indonesia melalui dua gelombang. Gelombang pertama sekitar abad 14 M, tatkala Hikayat Muhammad diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. Melalui buku itulah ritual tabuik dipelajari Anak Nagari.

Sedangkan, gelombang kedua tabuik dibawa oleh tentara Cipei/Sepoy dari India penganut Islam Syiah yang dipimpin oleh Imam Kadar Ali. Pasukan  itu berasal dari India yang oleh Inggris dijadikan serdadu ketika menguasai  Bengkulu dari tangan Belanda sesuai Traktat London, 1824.

 Pembuatan Tabuik        

Tabuik dibuat oleh dua kelompok masyarakat Pariaman, yakni kelompok Pasar dan kelompok Subarang. Kedua tempat tersebut dipisahkan oleh aliran sungai yang membelah Kota Pariaman. Dahulu, selama berlangsungnya pesta tabuik selalu diikuti dengan perkelahian antara warga dari daerah Pasar dan Subarang. Bahkan, ada beberapa pasangan suami-isteri yang berpisah dan masing-masing kembali ke daerah asalnya di Subarang dan Pasar. Setelah upacara tabuik berakhir, suami-istri tersebut kembali berkumpul dalam satu rumah. Walaupun korban terluka parah dalam perkelahian, namun ketika acara berakhir mereka kembali ke keluarga masing- masing dan kembali berdamai. 

 Tabuik dibuat bersama sama dan melibatkan tokoh adat dan ahli budaya. Pembuatan Tabuik ini memakan biaya puluhan juta.

Tabuik dibuat oleh kedua tempat ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian atas dan bawah yang tingginya dapat mencapai 15 meter. Bagian atas mewakili keranda berbentuk menara yang dihiasi dengan bunga dan kain beludru berwarna-warni. Sedangkan, bagian bawah berbentuk tubuh kuda, bersayap, berekor dan berkepala manusia berambut panjang.  Kuda itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan pada empat kakinya terdapat gambar kalajengking menghadap ke atas. Kuda tersebut adalah simbol Bouraq, kendaraan yang memiliki kemampuan terbang secepat kilat dan digunakan saat Isra' Miraj Nabi Muhammad Saw. Buraq dipercaya membawa Imam Hussein ke langit.

Bagian tengah Tabuik berbentuk gapura petak yang ukurannya makin ke atas makin besar. Pada gapura itu ditempelkan motif ukiran khas Minangkabau. Di bagian bawah dan atas gapura ditancapkan bungo salapan atau delapan bunga berbentuk payung dengan dasar kertas warna bermotif ukiran atau batik. Puncak Tabuik dihiasi payung besar yang dibalut kain beludru dan kertas hias yang juga bermotif ukiran. Di atas payung ditancapkan patung burung merpati putih. Kaki Tabuik terdiri dari empat kayu balok bersilang dengan panjang sekitar 20 meter. Balok-balok itu digunakan untuk menggotong dan menghoyak Tabuik yang dilakukan sekitar 100 orang dewasa. 


 Upacara Tabuik

Pesta Tabuik ini, dulu dikenal sebagai ritual tolak bala, yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharram. Tabuik dilukiskan sebagai  "Bouraq", binatang berbentuk kuda bersayap, berbadan tegap, berkepala manusia seperti wanita cantik, yang dipercaya telah membawa arwah Hasan dan Husein ke surga. Dengan dua peti jenazah yang berumbul-umbul seperti payung mahkota, tabuik tersebut memiliki tinggi antara 10-15 meter. Puncak Pesta Tabuik adalah bertemunya Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua tabuik itu dihoyak dengan ditingkahi alat musik tambur dan gendang tasa. Petang hari kedua tabuik ini digotong menuju Pantai Gondoriah, dan menjelang matahari terbenam, kedua tabuik dibuang ke laut. Dikisahkan, setelah tabuik dibuang ke laut, saat itulah kendaraan bouraq membawa segala arak-arakan terbang ke surga.

Dalam acara pesta adat Tabuik yang lamanya sekitar 10 hari (1-10 Muharam), ada beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu berikut ini:

1)    pembuatan tabuik;
 

2)    tabuik naik pangkat yaitu menyatukan tiap-tiap bagian tabuik; 

3)    maambiak tanah yaitu mengambil tanah yang dilakukan pada saat adzan Magrib. Pengambilan tanah tersebut mengandung makna simbolik bahwa manusia berasal dari tanah. Setelah diambil, tanah tadi diarak oleh ratusan orang dan akhirnya disimpan dalam daraga yang berukuran 3x3 meter, kemudian dibalut dengan kain putih, lalu diletakkan dalam peti bernama tabuik; 
4)    maambiak batang pisang yaitu mengambil batang pisang dan ditanamkan dekat pusara; 
5)    maarak panja atau jari  yaitu mengarak panja yang berisi jari-jari palsu keliling kampung. Maarak panja merupakan pencerminan pemberitahuan kepada pengikut Husein bahwa jari-jari tangan Husein yang mati terbunuh telah ditemukan; 

6)    maarak sorban yaitu membawa sorban berkeliling dn  menandakan bahwa Husein telah dipenggal; serta


7)    membuang tabuik  yaitu membawa tabuik ke pantai dan dibuang ke laut.

Selama sepuluh hari (1-10 Muharam), digelar pula berbagai penampilan seni budaya anak Nagari Pariaman, yakni Rabab Pariaman, Gandang Tassa, Randai, Lomba Baju Kuruang, Puisi dan Tari Minang. Selain itu digelar bazar dan pameran aneka produk usaha kecil dan menengah serta komoditi ekspor dari Pariaman. Ratusan ribu pengunjung berdatangan selama pesta "Tabuik", baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara


Sumber dan Referensi Video: