Sunday, October 2, 2016

Psikologi Manajemen: SDM, Organisasi, dan Kepemimpinan




A.    Apa itu Sumber Daya Manusia ?
Dalam mengelola suatu organisasi atau perusahaan banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik dalam menciptakan organisasi yang sinergis dan suksess serta bermanfaat untuk orang banyak. Setiap komponen yang ada dalam organisasi tersebut harus bekerja dengan baik demi tercapainya tujuan tersebut. Faktor-faktor tersebut tentu sangat banyak. Diantara banyaknya faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam suatu organisasi, ada beberapa faktor utama yang paling penting untuk digali. Berikut akan dibahas faktor-faktor tersebut diantaranya:
1.      Sumber Daya Manusia
2.      Organisasi
3.      Kepemimpinan

Pertama, terkait dengan sumber daya manusia yang mempengaruhi suatu organisasi, berikut merupakan pendapat beberapa ahli:
1.      Mathis dan Jackson (2006, h.3) SDM adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.

2.      M.T.E. Hariandja (2002, h 2) Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal. Oleh karena itu SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.

3.      Mary Parker Follett Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Jadi, berdasarkan  pendapat-pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia adalah penggunaan bakat dan kemampuan manusia secara efektif dan efisien yang dirancang dalam sebuah sistemn formal yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan cara melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan. Selain itu yang perlu digaris bawahi adalah, sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang tak kalah penting dalam sebuah perusahaan, dan merupakan pendukung untuk faktor-faktor lainnya, seperti modal, dan sarana prasarana. Dengan begitu, sumber daya manusia wajib dikelola dengan baik demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi atau suatu perusahaan.

B.     Organisasi
Seperti yang kita tau sebelumnya kita telah membahas mengenai sumber daya manusia, yang dikelola demi kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi. Kita telah sering mendengar istilah organisasi dimana-mana namun artinya masih seringkali rancu bagi kita. Lantas apa itu organisasi?
Menurut Victor A Thompson, pengertian Organisasi adalah suatu integrasi dari sejumlah spesialis-spesialis yang bekerja sama dengan sangat rasional dan impersonal untuk mencapai beberapa tujuan spesifik yang telah diumumkan sebelumnya.
Sedangkan menurut Richard Scott, organisasi adalah suatu kelompok  yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus, yang sedikit banyak didasarkan pada asas kelangsungan.
Dengan begitu dapat dikatakan bahwa organisasi sejatinya adalah suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah spesialis-spesialis yang bekerja sama demi mencapai tujuan organisasi tersebut. Dengan begitu tentu saja sebuah organisasi memiliki tujuan-tujuan yang nyata dan fungsi-fungsi bagi lingkungannya maupun anggotanya. Berikut merupakan tujuan dan fungsi organisasi secara umum:
Tujuan organisasi secara umum, antara lain :
1. Tujuan organisasi adalah untuk merealisasikan keinginan dan cita cita bersama anggota organisasi.
2. Tujuan organisasi yang kedua ialah hasil akhir yang diinginkan di waktu yang akan datang.

Fungsi organisasi secara umum, antara lain :
1. Fungsi organisasi yang pertama adalah untuk memberikan arahan dan pemusatan kegiatan organisasi, mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh organisasi.
2. Fungsi organisasi yang kedua yaitu dapat meningkatkan kemampuan anggota organsasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan masyarakat.
3. Fungsi organisasi yang berikutnya adalah dapat memberikan pengetahuan yang baru kepada anggotanya.

C.    Kepemimpinan
Selain faktor sumber daya manusia, faktor lain yang sangat penting dalam kelangsungan suatu lingkup organisasi adalah faktor kepemimpinan.
Ordway Tead di dalam bukunya The Art of Leadership, menyatakan sebagai berikut : Pengertian Kepemimpinan merupakan kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Sedangkan lebih jauh Prof. Kimbal Young, menjelaskan bahawa kepempinan adalah bentuk dominasi didasari kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi khusus.
S.P. Siagian menambahkan adanya unsur jabatan yang memberi pengaruhi besar dalam  kepemimpinan seseorang dengan menjabarkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan dalam suatu pekerjaan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama bawahannya supaya berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku positif ini memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu bentuk dominasi seseorang yang memiliki jabatan, kedudukan, maupun kemampuan mumpuni dan berpengaruh besar dalam mempengaruhi atau mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi. Namun, dijelaskan lebih lajut oleh S.P Siagian yang disebut dengan kepemimpinan adalah apabila ajakan atau dorongan pemimpin tersebut berupa perilaku yang positif.
Kepemimpinan meliputi memotivasi dan berkomunikasi dengan para pekerja, baik secara  perorangan maupun kelompok. Juga mencakup membina hubungan yang erat hari demi hari dengan orang-orang, membantu membimbing dan menginspirasi mereka ke arah pencapaian tujuan tim dan organisasi. Kepemimpinan dijalankan dalam tim, departemen, dan divisi begitu pula pada tingkat atas organisasi-organisasi yang besar.
Pada buku-buku teks terdahulu, fungsi kepemimpinan adalah tentang cara para manajer memotivasi para pekerja untuk bekerja dan melaksanakan rencana-rencana manajemen dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan mereka. Pada masa sekarang dan mendatang, para manajer, dalam hal ini berperan sebagai pemimpin, perlu untuk mampu dengan baik menggerakkan orang-orang untuk menyumbangkan ide-ide mereka, untuk menggunakan otak mereka dalam cara yang tidak pernah diminta atau dibayangkan di masa lalu.

D.    Kaitan SDM, Organisasi, dan Kepemimpinan
Dalam sebuah manajemen organisasi, tentu saja 3 faktor yang telah di jabarkan diatas memiliki kaitan yang erat satu sama lain. Kaitan dari sumber daya manusia dan organisasi itu sendiri  adalah bahwa organisasi merupakan wadah dari berkembangnya dan berfungsinya bakat-bakat dan kompetensi yang ada dalam sumber daya manusia yang tersedia. Tanpa adanya organisasi yang sesuai, sumber daya manusia, berapapun banyaknya, dengan kemampuan yang ada dalam dirinya tidak akan berguna baik untuk orang lain maupun untuk dirinya sendiri, karena tidak adanya wadah untuk menampung, mengembangkan, dan mencari keuntungan dari kemampuan-kemampuan dari sumber daya manusia itu sendiri. Dengan kata lain, tanpa adanya organisasi, sumber daya manusia dengan segala potensi didalamnya, akan menjadi sia-sia.
            Sebaliknya, suatu organisasi tidak akan bergerak tanpa adanya sumber daya manusia yang bekerja dan bergerak demi melancarkan tujuan organisasi tersebut. Sumber daya manusia dengan segala kemampuannya dan potensinya lah yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya suatu organisasi. Terbentuknya suatu organisasi dengan visi misi yang berkualitas akan sia sia belaka tanpa adanya sumber daya manusia yang bekerja dalam rangka berusaha mewujudkan visi misinya tersebut.
            Lalu bagaimana sumber daya manusia yang begitu banyak dengan berbagai macam kemampuan dapat bekerja dengan sinergis demi mencapai suatu tujuan? Apa yang dapat mendorong hal tersebut? Dalam hal ini lah diperlukannya kepemimpinan yang bagus, yang dapat mengajak, mendorong, dan memotivasi sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerja sebaik-baiknya demi mewujudkan tujuan-tujuan organisasi yang dibinanya. Dengan segala cara, karisma, dan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pemimipin, pemimpin yang baik dapat mendorong sumber daya manusia untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya yang nantinya dapat berguna demi meningkatkan kinerja organisasi. Dengan begitu, sumber daya manusia akan diapresiasi lebih untuk peningkatan kinerjanya, dan pemimpin pun mendapatkan keuntungan dari majunya organisasi yang dibinanya karena telah memimpin dan membina sumber daya manusia dengan sebaik-baiknya.
            Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa SDM, organisasi, dan kepemimpinan sangat berkaitan satu sama lain, organisasi sebagai wadah SDM memanfaatkan kemampuannya, SDM sebagai sumber organisasi meningkatkan kualitasnya, kepemimpinan sebagai faktor pendorong kinerja organisasi. Ketiga hal ini berkaitan dan bekerja sinergis demi mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama.

E.     Contoh yang ada di Indonesia



Salah satu wiraswasta yang terkenal dan memiliki sifat kepemimpinan yang khas di Indonesia adalah Bob Sadino. Bob Sadino adalah seorang pengusaha yang berangkat dari nol, tapi kemudian berhasil mengembangkan bisnis hingga besar dan bertahan lebih dari 40 tahun. Dilansir dari salah satu buku bertajuk “Animal-Based Management” Bob Sadino sebagai pemimpin perusahaan di bidang peternakan dan makanan Indonesia memiliki gaya kepemimpinan yang santai. Pemimpin jaringan usaha “Kem food” dan “Kem chick” ini penampilannya jauh dari kesan formal. Pria yang sering disapa “Om  Bob” ini identik dengan pakaian berupa kemeja lengan pendek dan celana pendek. Gaya beliau pun jauh dari kesan birokratis. Beliau dapat dengan santai dan tangkas bertegur sapa dan berakrab-akrab ria dengan para relasi, pelanggan, dan terutama para stafnya. Bob Sadino memperlakukan karyawannya seperti keluarga dan selalu memotivasi para karyawannya agar bekerja dengan baik dan bahkan karyawannya mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan tersebut. Dengan begitu, tidak perlu terlalu ketat mengawasi pegawainya setiap saat karena masing-masing telah sadar akan tanggung jawab dan tugasnya dikarenakan rasa ingin memiliki tadi. Singkatnya Om Bob ini tidak menyukai formalitas.
         Namun begitu, Om Bob juga sangat tegas terhadap kedisiplinan karyawan. Om Bob juga dikenal tidak serta merta mencanangkan peraturan dalam memimpin sebuah perusahaan. Ia selalu menawarkan terlebih dahulu rancangan peraturan yang akan dibuatnya kepada karyawannya, supaya kebijakannya dapat diikuti semua karyawan tanpa adanya konflik. Dalam setiap wawancara dan seminar yang dihadirinya,  Om Bob juga selalu menekankan pentingnya berani untuk memulai sesuatu dengan karakter bicaranya yang terkenal spontan dan blak-blakan. Dia bahkan pernah berkata bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai, bukan hanya di renungkan saja.
          Tak heran buku “Animal Based Management” mengkategorikan Om Bob sebagai pribadi pemimpin yang mirip dengan karakter buaya, yang disiplin, memburu tanpa kenal lelah, kritis, berani maju sendiri dan hebat dalam menggerakkan orang-orang lain untuk bertindak, mengasuh, mempercayai untuk melakukan delegasi dalam penguatan tim serta mampu berkomunikasi dengan baik. Karakter kepemimpinan seperti ini juga disebut juga dengan karakter kepemimpinan Alpha Eksekutor oleh Ludeman dan Erlandson dalam bukunya yang terkenal berjudul “Alpha Man Syndrome. Gaya kepemimpinan Bob Sadino ini bahkan disejajarkan dengan gaya kepemimpinan wakil presiden Jusuf Kalla.
        Dengan karakter kepemimpinan yang berorientasi jelas namun santai tersebut, Bob Sadino berhasil menjadi ikon wirausahawan Indonesia. Bob Sadino yang mengawali kariernya dalam bidang wirausahawan dan peternakan dengan menjual telur ayam secara berkeliling, kini telah menjadi salah satu milyader di Indonesia. Catatan awal tahun 1985 menyebutkan bahwa perusahaan Bob rata-rata menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar sekitar 100 ton. Sekarang perusahaan tersebut telah berkembang menjadi PT. Kemang Food Industries. Om Bob berhasil membuka 2 cabang Kem Chicks yaitu salah satu supermarket besar di  daerah Kemang yang mayoritas pengunjungnya adalah penduduk ekspatriat, serta Kem Farm yang merupakan ladang sayur pertama yang menggunakan sistem hidroponik. Selain bisnis makanan Om Bob juga memiliki bisnis The Mansion at Kemang yang merupakan hasil kerja sama Om Bob dengan salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia. Dapat dibayangkan dari hasil kegigihan dan kepemimpinan yang handal, Om Bob kini memiliki ribuan karyawan, dengan begitu ikut membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.
        Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan, organisasi, dan SDM itu saling mempengaruhi. Dengan gaya kepemimpinan yang hebat, seseorang dapat menjalankan dan melebarkan sayap sebuah organisasi menjadi jauh lebih berjaya, tidak hanya mencapai tujuan awal organisasi tersebut, namun juga dapat berinovasi jauh lebih maju, menginspirasi dan bermanfaat bagi banyak orang. Dengan gaya kepemimpinan yang hebat suatu organisasi dapat berkembang pesat dan menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi sumber daya manusia di Indonesia. Dan dengan gaya kepemimpinan yang hebat pula, sumber daya manusia yang ada termotivasi tinggi dan senang melakukan pekerjaannya. Organisasi pun menjadi organisasi yang berjaya dengan adanya pemimpin yang hebat, sumber daya manusia yang motivasi dan kualitas kerjanya tinggi, serta reputasi yang baik sehingga banyak orang yang ingin ikut andil dan bekerja dalam organisasi tersebut.

Sumber:
Batteman, T.S., Scott A. Snell. (2008). “Manajemen: Kepemimpinan dan kolaborasi dalam dunia yang kompetetif”. Jakarta: Salemba humanika
Hariandja, M. (2007). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: PT Grasindo
Wahono, S, Dofa Purnomo. (2010). “Animal Based Management”. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
“5 Pengertian sumber daya manusia menurut para ahli” http://humancapitaljournal.com/pengertian-sumber-daya-manusia/. Diakses 2 Oktober 2016
Ali, U. “ Pengertian, fungsi, dan sejarah kepemimpinan”. http://www.pengertianpakar.com/2014/12/pengertian-fungsi-dan-sejarah-kepemimpinan.html. Diakses 2 Oktober 2016.
Apinino, R. “Ini dia beberapa bisnis milik bob sadino”. http://bisnis.liputan6.com/read/2163531/ini-dia-beberapa-bisnis-milik-bob-sadino. Diakses pada tanggal 2 Oktober 2016.
J, Bambang. “Bob Sadino, dari karyawan, kuli bangunan, hingga pengusaha sukses”. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/19/193350126/Bob.Sadino.dari.Karyawan.Kuli.Bangunan.hingga.Pengusaha.Sukses. Diakses pada tanggal 2 Oktober 2016.

Wednesday, April 27, 2016

INSOMNIA


Tidur merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, agar kinerja dan performa tubuh tetap optimal saat tubuh sedang terjaga. Selama tidur, tubuh akan membentuk dan meregenerasi sel, mendukung fungsi otak, dan mengisi kembali energi tubuh. Bagi anak dan remaja, tidur dibutuhkan untuk membantu proses tumbuh kembang mereka.


APA ITU GANGGUAN TIDUR (SLEEP DISORDER)?

Tidur dapat dibagi menjadi dua tipe/fase, yaitu tidur REM dan non-REM (NREM). Dalam tidur yang normal, kedua fase tersebut selalu berulang-ulang dalam tidur, dengan panjang waktu sekitar 90 menit masing-masingnya. NREM memiliki 4 fase, dimana fase empat merupakan fase tidur paling dalam/lelap. Fase REM merupakan fase paling dalam, dan sering disebut dengan fase mimpi.
Namun ketika siklus itu terganggu, atau ketika seseorang tidak mengalami siklus REM dan NREM secara normal, tubuh akan mengalami berbagai efek buruk seperti merasa lelah, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi, metabolisme tubuh terganggu, dan lain sebagainya.

APA ITU INSOMNIA?

                Insomnia adalah masalah kesulitan untuk tidur, kesulitan untuk tetap tidur, kualitas tidur yang buruk, atau kombinasi dari gejala-gejala tersebut. Insomnia merupakan pola yang panjang dari masalah tidur, bukan hanya masalah satu atau dua hari. Insomnia juga tidak hanya mempengaruhi diri kita di waktu malam, tetapi juga di waktu siang. Kita dapat mengalami ngantuk berat di waktu siang, kesulitan untuk tetap terjaga selama bekerja, masalah konsentrasi dalam bekerja, merasa ingin marah dan mood mudah berubah, serta kecemasan berlebihan di waktu siang.

WHO SUFFERS FROM INSOMNIA AND WHEN IS IT TO SEEK HELP?

                Lebih sering terjadi pada wanita, anak-anak dan orang dewasa juga mengalami. Hampir semua orang pernah mengalami insomnia seperti saat kita belajar hingga larut malam untuk ujian, atau saat ada interview penting keesokan harinya. Seseorang dapat menderita insomnia akut, dan dapat menjadi kronis jika gejala terus muncul selama 3 bulan dan terjadi tiga kali atau lebih dari seminggu, maka akan dikategorikan sebagai gangguan tidur.

JENIS-JENIS INSOMNIA

Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia).

Dalam perkembanganya insomnia memiliki beberapa jenis berikut uraianya :

1.       Insomnia Temporer (Transient Insomnia)
Insomnia temporer (transient insomnia). Insomnia ini hanya terjadi sekali waktu saja atau bahkan jarang terjadi dan sekalipun terjadi biasanya hanya berlangsung singkat. Biasanya durasinya adalah beberapa hari paling lama satu minggu.

2.       Insomnia Akut (Acute Insomnia)
Insomnia akut (acute insomnia), insomnia ini memiliki durasi yang berbeda dari yang pertama tadi dan paling lama kurang lebih satu bulan. insomnia jenis ini terjadi karena masalah lingkungan yang kurang nyaman untuk tidur, masalah pikiran yang terjadi kepada penderitanya seperti putus cinta atau karena pekerjaanya.

3.       Insomnia Kronis (Chronic Insomnia)
Insomnia kronis (chronic insomnia) ini adalah jenis insomnia yang paling parah dari kedua insomnia di atas. Insomnia kronis ini terjadi karena faktor kebiasaan jadi hati-hati bagi anda yang selama ini tidurnya bermasalah segera atasi dengan pergi ke dokter.

Bukan hanya karena kebiasaan tapi bisa juga karena keturunan yang turun temurun di warisi oleh kakek nenek moyang si penderita. dari ketiga jenis insomnia di atas tentu tidak ada yang baik untuk kesehatan. Karena jika di biarkan akan menimbulkan berbagai masalah yang serius seperti penyakit jantung, hipertensi dan penyakit serius lainya.

INSOMNIA AKUT VS INSOMNIA KRONIS

Berapa lama berlangsung dan seberapa sering terjadi insomnia bisa bervariasi. Insomnia dapat berlangsung dalam jangka pendek (insomnia akut) atau dapat juga bertahan lama (insomnia kronis). Insomnia juga dapat hilang dan muncul kembali. Insomnia akut dapat berlangsung selama satu malam sampai beberapa minggu. Sedangkan insomnia kronis berlangsung setidaknya tiga malam seminggu selama satu bulan atau lebih.

GEJALA-GEJALA INSOMNIA

Secara umum, penyakit insomnia ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Tangan berkeringat
  2. Kembung dan nyeri pada perut
  3. Cepat marah
  4. Kelelahan yang berlebihan
  5. Sulit mengingat, konsentrasi, atau membuat keputusan
  6. Perubahan waktu dan pola tidur
  7. Sakit kepala, nyeri leher, dan pegal pada punggung
  8. Napas tersengal-sengal dan detak jantung tidak stabil
Selain itu insomnia juga dapat ditandai oleh hal berikut :

1.       Masih Merasa Lelah
Anda sudah tidur 8 jam, tapi ketika bangun badan tetap lelah? Ini salah satu tanda Anda terkena insomnia.  Padahal, normalnya saat tidur, 'cahaya tubuh' akan meredup. Jika 'cahaya tubuh' ini masih aktif, otak akan mencegah tubuh untuk beristirahat. Inilah yang membuat Anda terus terjaga sehinga tubuh tidak bisa berisirahat dan tetap merasa lelah.

2.       Mendengkur
Mendengkur memang bukan salah satu tanda yang berbahaya. Tapi, bisa menjadi peringatan bahwa kondoisi pernafasan Anda mulai terganggu. Jika nafas terhambat, tidur Anda jadi tidak tenang dan sering terbangun. Malahan, dengkuran Anda bisa membuat orang lain ikut insomnia karena terganggu dengan suaranya.

3.       Ingin Tidur Siang
Jika tidur malam Anda terganggu, otomatis Anda akan mengantuk di siang hari. Sering kali di jam kerja, Anda merasa sangat ingin beranjak ke tempat tidur.  Ini juga bisa sebagai tanda bahwa semalam, Anda terkena insomnia.

4.       Sering Tak Bisa Tidur
Ini adalah tanda yang paling utama. Tapi, banyak orang mengabaikannya, bahkan tidak mau berkonsultasi ke dokter. Mereka menganggap, insomnia umum terjadi. Padahal, jika berlangsung terus menerus, akan muncul penyakit kronis yang bisa menyerang otak.

5.       Depresi
Wajar jika Anda tidak bisa tidur karena sedang banyak pikiran. Biasanya, tubuh Anda akan jadi gelisah dan menyebabkan Anda tidak bisa tidur. Jika Anda mengalami gangguan depresi, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar tidak menjadi masalah yang serius.

PENYEBAB INSOMNIA

Insomnia dapat terjadi karena disebabkan beberapa faktor, baik faktor biologis, medis, psikologis, maupun kerena faktor lingkungan.

1.       Faktor Medis dan Biologis
·         Faktor usia. Penelitian menunjukkan bahwa sesorang yang sudah berusia lanjut lebih beresiko mengalami insomnia daripada yang masih muda.
·         Hormon yang diproduksi pada wanita hamil dan menstruasi.
·         Masalah dengan jet lag (mabuk udara).
·         Kerusakan otak seperti stroke atau alzheimer.
·         Faktor genetik (bawaan lahir), meskipun sangat jarang terjadi.
·         Efek samping penggunaan obat, soda, narkoba, alkohol, atau kafein.

2.        Faktor Psikologis
·         Faktor gangguan mental seperti skizofrenia, gangguan kecemasan (anxiety disorder), atau gangguan kepribadian bipolar.
·         Beban pikiran yang terlalu banyak.
·         Faktor psikis seperti ketakutan, paranoid, stress, depresi, kecemasan, serta tekanan mental dan emosional.
·         Ketakutan akibat gangguan pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement) seperti mimpi buruk, tindihan (sleep paralysis), atau berjalan saat tidur (sleepwalking).

3.       Faktor Dari Luar
·         Jam kerja yang berubah-ubah atau tidak teratur. Sehingga tubuh akan sulit menyesuaikan diri.
·         Kelelahan fisik.
·         Bekerja pada malam hari.
·         Lingkungan yang tidak mendukung untuk tidur.
·         Pola tidur yang tidak teratur.

Penyebab insomnia akut antara lain:
·         Stres yang signifikan, seperti: kehilangan pekerjaan, adanya perubahan, kematian orang yang dicintai, perceraian, pindah rumah dan sebagainya.
·         Penyakit.
·         Ketidaknyamanan emosional atau fisik.
·         Faktor lingkungan seperti kebisingan, cahaya, atau suhu ekstrim (panas atau dingin) yang mengganggu tidur.
·         Beberapa obat-obatan dapat mengganggu tidur, seperti obat untuk mengobati flu, alergi, depresi, tekanan darah tinggi, dan asma.
·         Gangguan jadwal tidur normal, misalnya: jet lag atau peralihan dari shift pagi ke shift malam.

Sedangkan penyebab insomnia kronis antara lain:
·         Depresi dan / atau kecemasan.
·         Stres kronis.
·         Nyeri atau merasa tidak nyaman di malam hari.

MENDIAGNOSIS INSOMNIA

Insomnia didiagnosa berdasarkan laporan yang diceritakan oleh pasien, tidak ada lab test atau tes darah yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa apakah seseorang menderita insomnia. Terapis atau dokter akan memeriksa catatan medis dan catatan psikiatris pasien, dan yang paling penting adalah bagaimana pasien mendeskripsikan gejala insomnianya.

MENGOBATI INSOMNIA

Insomnia akut mungkin tidak perlu pengobatan. Sedangkan insomnia ringan sering kali dapat dicegah atau disembuhkan dengan melakukan kebiasaan tidur yang baik (lihat bagian kebiasaan tidur yang baik di bagian bawah).
Jika insomnia membuat Anda sulit beraktivitas di siang hari karena mengantuk dan lelah, maka dokter Anda mungkin meresepkan obat tidur untuk waktu yang terbatas. Obat-obatan yang bereaksi dengan cepat dapat membantu Anda menghindari dampak seperti mengantuk di esok hari.
Hindari penggunaan obat tidur generik karena obat tersebut mungkin memiliki efek samping yang tidak diinginkan dan cenderung kehilangan efektivitasnya seiring berlalunya waktu.

Pengobatan yang dilakukan untuk insomnia kronis antara lain:
  • Mengobati kondisi atau masalah kesehatan yang menyebabkan insomnia.
  • Jika insomnia berlanjut, dokter mungkin menyarankan terapi perilaku. Pendekatan perilaku membantu Anda untuk mengubah perilaku yang dapat memperburuk insomnia serta mempelajari perilaku yang mendorong tidur.
  • Teknik-teknik seperti latihan relaksasi, terapi pembatasan tidur, dan rekondisi mungkin dapat berguna.

KEBIASAAN TIDUR YANG BAIK UNTUK MENGATASI INSOMNIA

Kebiasaan tidur yang baik, yang juga disebut tidur yang higiene, dapat membantu Anda memperoleh tidur malam yang baik dan mengatasi insomnia. Berikut ini beberapa tipsnya:
  • Tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun tidur pada waktu yang sama juga setiap pagi.
  • Cobalah untuk tidak tidur siang karena tidur siang dapat membuat Anda kurang mengantuk di malam hari.
  • Hindari kafein, nikotin, dan alkohol di malam hari. Kafein dan nikotin bersifat stimulan dan dapat mencegah Anda untuk tertidur. Alkohol dapat menyebabkan terbangun di malam hari dan mengganggu kualitas tidur Anda.
  • Olahraga teratur. Namun perlu diketahui agar tidak berolahraga berdekatan dengan waktu tidur karena dapat menstimulir Anda sehingga sulit untuk tertidur. Para ahli menyarankan untuk tidak berolahraga, setidaknya tiga sampai empat jam sebelum waktu tidur Anda.
  • Jangan makan makanan berat di malam hari. Lebih baik makan makanan ringan sebelum tidur karena dapat membantu Anda tertidur.
  • Buatlah kamar tidur Anda nyaman. Pastikan bahwa kamar tidur gelap, tenang, serta tidak terlalu hangat atau terlalu dingin. Jika cahaya menjadi masalah, coba gunakan masker tidur. Jika kebisingan menjadi masalah, coba gunakan penutup telinga, kipas angin, atau mesin yang menghasilkan “white noise” untuk menutupi suara bising.
  • Lakukan rutinitas yang membantu Anda bersantai sebelum tidur, seperti: mandi, membaca buku, atau mendengarkan musik.
  • Gunakan tempat tidur Anda hanya untuk tidur atau hubungan intim.
  • Jika Anda tidak dapat tertidur dan tidak mengantuk, coba lakukan sesuatu yang tidak terlalu menstimulir Anda, seperti membaca, sampai Anda mengantuk.
  • Jika Anda terjaga karena mengkhawatirkan banyak hal, maka cobalah membuat daftar apa yang harus Anda lakukan sebelum tidur. Hal ini dapat membantu Anda untuk tidak berfokus pada kekhawatiran tersebut dimalam hari.
Penyakit insomnia akan memberikan beberapa dampak kurang baik untuk beberapa hal :
1.    Dampak fisiologis : karena kebanyakan dari kasus indomnia terjadi akibat stress
2. Dampak psikologis : hal ini bisa mengganggu ingatan memori, gangguan dalam berkonsentrasi, kehilangan pada motivasi, depresi, serta hal lainnya.
3. Dampak fisik : mengalami kelelahan, nyeri sendi, hipertensi darah tinggi
4. Dampak social : kulitas hidup yang mengalami gangguan sussah untuk mendapatkan promosi dari lingkungan pekerjaan kurang bergairah dalam menikmati hubungan seksual dan keluarga
5. Kematian : orang yang tidur kurang dari 5 jam mempunyai kuantitas tidur selama 7 -8 jam dalam sehari.

Berikut video berkaitan dengan INSOMNIA:





Kelompok (2 PA 01)
  • Meriyani Safitry (16514596)
  • Nadia Azzah (17514731)
  • Sarah Melinda Sari (1A514033)
  • Syahbina Tama (1A514573)

SUMBER

Thursday, April 14, 2016

Kesehatan Mental Menurut Abraham Maslow

ABRAHAM MASLOW




Konsep Kepribadian Menurut Maslow

                Teori kepribadian Maslow dibuat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi. Asumsi pertama adalah Maslow mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh pada motivasi. Yaitu motivasi terdapat pada keseluruhan seseorang, bukan hanya sebagian saja. Asumsi kedua, motivasi biasanya kompleks dan terdiri dari beberapa hal. Itu artinya, tingkah laku seseorang dapat dimotivasi oleh beberapa motivasi yang terpisah. Asumsi ketiga adalah bahwa orang-orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan. Ketika sebuah kebutuhan telah terpenuhi, biasanya kebutuhan tersebut berkurang kekuatan untuk memotivasinya dan digantikan oleh kebutuhan lain. Asumsi selanjutnya adalah bahwa semua orang di manapun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama. Orang-orang dari kultur dan daerah yang berbeda pun memiliki motivasi yang sama dalam menjalani hidupnya. Asumsi terakhir mengenai motivasi adalah bahwa kebutuhan-kebutuhan dapat dibentuk menjadi sebuah hierarki.

                Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dipertimbangkan Maslow diatas, ia pun membuat hierarki kebutuhan dimana kebutuhan-kebutuhan di level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi agar kebutuhan-kebutuhan level lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi. Lima kebutuhan yang membentuk hierarki ini adalah kebutuhan konatif. Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar yang dimiliki oleh semua orang tidak terkecuali, meliputi:

1.       Kebutuhan Fisiologis: Kebutuhan dasar manusia seperti air, oksigen, dan makanan.
2.       Kebutuhan akan Keamanan: Kebutuhan akan keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, dan kebebasan dari kekuatan yang mengancam.
3.       Kebutuhan akan Cinta dan Keberadaan: Kebutuhan untuk memiliki teman, untuk memiliki pasangan dan berkeluarga
4.       Kebutuhan akan Penghargaan: Kebutuhan akan penghormatan diri, kepercayaan diri, kemampuan, dan pengetahuan yang orang lain hargai.
5.       Kebutuhan akan Aktualisasi Diri: Kebutuhan akan pemenuhan diri, sadar akan semua potensi, dan keinginan untuk menjadi se kreatif mungkin. Orang-orang yang mencapai aktualisasi diri telah menjadi orang yang seutuhnya. Orang yang mencapai aktualisasi diri dapat mempertahankan harga diri mereka bahkan ketika mereka dihina.

Kepribadian Sehat menurut Maslow

Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang mampu mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar mereka. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri itu tidak berjuang, tetapi mereka berusaha, Maslow menyebut teori ini dalam “metamotivation”. Ia juga menulis “Motif yang paling tinggi ialah tidak didorong dan tidak berjuang”, itu berarti memang orang yang mampu mengaktualisasikan diri tidak berjuang melainkan berusaha.

Menurut Maslow, syarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi telah disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri.

Kita juga tidak membutuhkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam waktu yang sama, akan tetapi dapat membutuhkannya dalam waktu yang berbeda. Hanya kebutuhan yang sangat penting yang akan dirasakan pada saat bersamaan dan dalam setiap momen tertentu.

            Selain itu kepribadian yang sehat menurut maslow adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri. Maslow menempatkan rasa tanggung jawab pada orang lain melalui hierarki kebutuhannya, terutama pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.

Perkembangan Kesehatan Mental menurut Maslow

                Menurut Maslow perkembangan mental seseorang akan berkembang secara sehat disaat seseorang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yang dirumuskan dalam sebuah hierarki. Telah dijelaskan di atas bahwa bila kebutuhan yang lebih mendasar belum terpenuhi maka kita tidak akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan yang selanjutnya. Mental yang sehat tentu saja tercapai disaat manusia dapat secara bertahap didalam hidupnya memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Tentu saja dalam memenuhi berbagai kebutuhan tersebut kita akan mengalami perkembangan mental yang semakin matang, karena banyaknya masalah yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan tesebut akan menempa mental kita untuk menjadi individu yang lebih baik. Pada akhirnya yang diharapkan adalah individu mencapai suatu aktualisasi diri, keadaan dimana seseorang tidak lagi dilanda kecemasan karena sadar betul akan potensi dan kodrat dirinya sebagai manusia. Dalam tahap tersebut juga diharapkan mental seseorang telah mencapai tahap yang paling stabil dan seimbang.

SUMBER:

Feist, Jess, & Feist, G.J. (2010). Teori Kepribadian (buku 2) (edisi 7). Jakarta: Salemba Humanika 

Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : Kanisius

Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.