Menurut Carl
I. Hovland, komunikasi adalah proses di mana seseorang individu atau
komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang (verbal maupun
non-verbal) untuk mengubah tingkah laku.
Sedangkan
komunikasi menurut Theodorson dan Theodorson adalah penyebaran informasi,
ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol.
Selanjutnya,
komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana
mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada
bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.
Dengan
begitu dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah salah satu proses sosial
dimana individu memberikan informasi yang berupa emosi, sikap, dan ide-ide
kepada individu lain biasaanta dengan lambang-lambang baik verbal maupun
non-verbal.
B. Dimensi- dimensi Komunikasi
Komunikasi
sebagai proses sosial tentu saja terdiri
dari berbagai macam dimensi diantaranya:
1. Isi
Dimensi isi
mengacu kepada apa yang ada dalam komunikas tersebut dan apa yang di sampaikan,
dengan kata lain dimensi isi merupakan isi dari komunikasi tersebut yang ingin
di sampaikan oleh komunikator. Tanpa adanya dimensi ini komunikasi tentu tidak
dapat berjalan karena tidak ada hal yang ingin di komunikasikan.
2. Kebisingan:
Dimensi
kebisingan didefinisikan sebagai tinggi rendahnya dan keras pelannya suara yang
diakibatkan oleh terjadinya komunikasi. Singkatnya, dimensi kebisingan adalah
gaduhnya suara yang dikarenakan oleh berjalannya komunikasi.
3.Jaringan:
Dimensi jaringan
didefinisikan sebagai seberapa luas komunikasi yang terjadi dan berapa orang
yang dijangkau dalam komunikasi tersebut diantaranya adalah pada komunikasi
yang bergantung pada sinyal.
4. Arah:
Dimensi arah
menggambarkan bagaimana arah dan jumlah orang yang terlibat dalam sebuah
komunikasi. Sebagai contoh komunikasi dua arah adalah komunikasi yang
melibatkan interaksi dua orang yang saling menjawab dan bertukar informasi.
C. Peran psikologi manajemen dalam suatu organisasi
Selanjutnya, akan
dibahas mengenai peran psikologi manajemen dalam suatu organisasi.
Psikologi
manajemen sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai penerapan
ilmu mengenai perilaku manusia yang diterapkan dalam rangka melancarkan
pengaturan, perencanaan, penggolongan, dan pengontrolan suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan. Dengan begitu ilmu
perilaku manusia tersebut sejatinya diterapkan kepada sumber daya manusia yang
melakukan kegiatan organisasi tersebut sehingga kegiatan tersebut
menjadi lebih lancar. Lalu, apakah peran psikologi manajemen dalam suatu
organisasi?
Dilihat dari
pengertiannya saja, tentu dapat tergambar bahwa peran psikologi manajemen pada
suatu organisasi sangat besar. Karena organisasi pada umumnya diperuntukkan dan dikendalikan oleh manusia, maka sangat
penting mempelajari perilaku manusia itu sendiri. Misalnya saja organisasi yang bergerak di bidang produksi dan konsumsi, dalam hal marketing, psikologi manajemen sangat membantu dalam mengajarkan mengenai macam-macam
tipe konsumen dan kebutuhan-kebutuhannya. Tipe konsumen yang berbeda tentu
memiliki kebutuhan yang berbeda. Selain itu, dalam hal sales, psikologi manajemen mengajarkan macam-macam cara komunikasi
yang dapat menarik konsumen untuk membeli suatu barang. Itu hanya contoh
kecilnya, selain itu psikologi manajemen berperan dalam hal promosi, perekrutan,
penseleksian, produksi, pelatihan dll.
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa psikologi manajemen memiliki peran yang besar dalam suatu
organisasi. Ilmu psikologi manajemen memperlancar kerja setiap sistem dan
bagian organisasi sehingga tujuan organisasi lebih mudah untuk di capai.
Sumber:
Effendy,O.
(1994). IlmuKomunikasi: Teori dan Praktek, Bandung:
Remaja Rosdakarya
Suprapto, T. (2009). Pengantar teori dan manajemen komunikasi. Jakarta:
PT. Buku Kita
Turner, L, Richard, W. (2008). Pengantar teori komunikasi: analisis dan teori edisi 3. Jakarta:
Salemba Humanika
Dalam mengelola suatu organisasi atau perusahaan
banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik dalam
menciptakan organisasi yang sinergis dan suksess serta bermanfaat untuk orang
banyak. Setiap komponen yang ada dalam organisasi tersebut harus bekerja dengan
baik demi tercapainya tujuan tersebut. Faktor-faktor tersebut tentu sangat
banyak. Diantara banyaknya faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam suatu
organisasi, ada beberapa faktor utama yang paling penting untuk digali. Berikut
akan dibahas faktor-faktor tersebut diantaranya:
1.Sumber
Daya Manusia
2.Organisasi
3.Kepemimpinan
Pertama,
terkait dengan sumber daya manusia yang mempengaruhi suatu organisasi, berikut
merupakan pendapat beberapa ahli:
1.Mathis
dan Jackson (2006, h.3) SDM adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah
organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien
guna mencapai tujuan organisasi.
2.M.T.E.
Hariandja (2002, h 2) Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang
sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal.
Oleh karena itu SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas
dan efisiensi organisasi.
3.Mary
Parker Follett Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan
berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan
pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Jadi, berdasarkanpendapat-pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sumber daya
manusia adalah penggunaan bakat dan kemampuan manusia secara efektif dan
efisien yang dirancang dalam sebuah sistemn formal yang dilakukan dalam rangka
mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan cara melaksanakan berbagai pekerjaan
yang diperlukan. Selain itu yang perlu digaris bawahi adalah, sumber daya
manusia merupakan salah satu faktor yang tak kalah penting dalam sebuah
perusahaan, dan merupakan pendukung untuk faktor-faktor lainnya, seperti modal,
dan sarana prasarana. Dengan begitu, sumber daya manusia wajib dikelola dengan
baik demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi atau suatu
perusahaan.
B.Organisasi
Seperti yang kita tau sebelumnya kita telah membahas
mengenai sumber daya manusia, yang dikelola demi kelangsungan dan kesuksesan
suatu organisasi. Kita telah sering mendengar istilah organisasi dimana-mana
namun artinya masih seringkali rancu bagi kita. Lantas apa itu organisasi?
Menurut Victor A Thompson, pengertian Organisasi
adalah suatu integrasi dari sejumlah spesialis-spesialis yang bekerja sama
dengan sangat rasional dan impersonal untuk mencapai beberapa tujuan spesifik
yang telah diumumkan sebelumnya.
Sedangkan
menurut Richard Scott, organisasi adalah suatu
kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus, yang
sedikit banyak didasarkan pada asas kelangsungan.
Dengan begitu dapat dikatakan bahwa organisasi
sejatinya adalah suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah spesialis-spesialis
yang bekerja sama demi mencapai tujuan organisasi tersebut. Dengan begitu tentu
saja sebuah organisasi memiliki tujuan-tujuan yang nyata dan fungsi-fungsi bagi
lingkungannya maupun anggotanya. Berikut merupakan tujuan dan fungsi organisasi
secara umum:
Tujuan
organisasi secara umum, antara lain :
1.
Tujuan organisasi adalah untuk merealisasikan keinginan dan cita cita bersama
anggota organisasi.
2.
Tujuan organisasi yang kedua ialah hasil akhir yang diinginkan di waktu yang
akan datang.
Fungsi
organisasi secara umum, antara lain :
1.
Fungsi organisasi yang pertama adalah untuk memberikan arahan dan pemusatan
kegiatan organisasi, mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan
oleh organisasi.
2.
Fungsi organisasi yang kedua yaitu dapat meningkatkan kemampuan anggota
organsasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan
masyarakat.
3.
Fungsi organisasi yang berikutnya adalah dapat memberikan pengetahuan yang baru
kepada anggotanya.
C.Kepemimpinan
Selain faktor sumber daya manusia,
faktor lain yang sangat penting dalam kelangsungan suatu lingkup organisasi
adalah faktor kepemimpinan.
Ordway Tead di dalam bukunya The
Art of Leadership, menyatakan sebagai berikut : Pengertian Kepemimpinan merupakan
kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai
tujuan yang diinginkan.
Sedangkan lebih jauh Prof. Kimbal Young, menjelaskan bahawa
kepempinan adalah bentuk dominasi didasari kemampuan pribadi yang sanggup
mendorong atau mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, berdasarkan penerimaan
oleh kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi khusus.
S.P. Siagian menambahkan adanya unsur jabatan yang memberi pengaruhi besar dalam kepemimpinan seseorang dengan
menjabarkan bahwa kepemimpinan adalah
kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan
dalam suatu pekerjaan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama
bawahannya supaya berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui
perilaku positif ini memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan
organisasi.
Dengan begitu
dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu bentuk dominasi seseorang
yang memiliki jabatan, kedudukan, maupun kemampuan mumpuni dan berpengaruh
besar dalam mempengaruhi atau mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu yang
berkaitan dengan tujuan organisasi. Namun, dijelaskan lebih lajut oleh S.P
Siagian yang disebut dengan kepemimpinan adalah apabila ajakan atau dorongan
pemimpin tersebut berupa perilaku yang positif.
Kepemimpinan
meliputi memotivasi dan berkomunikasi dengan para pekerja, baik secaraperorangan maupun kelompok. Juga mencakup
membina hubungan yang erat hari demi hari dengan orang-orang, membantu
membimbing dan menginspirasi mereka ke arah pencapaian tujuan tim dan
organisasi. Kepemimpinan dijalankan dalam tim, departemen, dan divisi begitu
pula pada tingkat atas organisasi-organisasi yang besar.
Pada
buku-buku teks terdahulu, fungsi kepemimpinan adalah tentang cara para manajer
memotivasi para pekerja untuk bekerja dan melaksanakan rencana-rencana
manajemen dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan mereka. Pada masa sekarang dan
mendatang, para manajer, dalam hal ini berperan sebagai pemimpin, perlu untuk
mampu dengan baik menggerakkan orang-orang untuk menyumbangkan ide-ide mereka, untuk
menggunakan otak mereka dalam cara yang tidak pernah diminta atau dibayangkan
di masa lalu.
D.Kaitan SDM, Organisasi, dan Kepemimpinan
Dalam sebuah manajemen organisasi, tentu saja 3 faktor
yang telah di jabarkan diatas memiliki kaitan yang erat satu sama lain. Kaitan
dari sumber daya manusia dan organisasi itu sendiriadalah bahwa organisasi merupakan wadah dari
berkembangnya dan berfungsinya bakat-bakat dan kompetensi yang ada dalam sumber
daya manusia yang tersedia. Tanpa adanya organisasi yang sesuai, sumber daya
manusia, berapapun banyaknya, dengan kemampuan yang ada dalam dirinya tidak
akan berguna baik untuk orang lain maupun untuk dirinya sendiri, karena tidak
adanya wadah untuk menampung, mengembangkan, dan mencari keuntungan dari
kemampuan-kemampuan dari sumber daya manusia itu sendiri. Dengan kata lain,
tanpa adanya organisasi, sumber daya manusia dengan segala potensi didalamnya,
akan menjadi sia-sia.
Sebaliknya, suatu
organisasi tidak akan bergerak tanpa adanya sumber daya manusia yang bekerja
dan bergerak demi melancarkan tujuan organisasi tersebut. Sumber daya manusia
dengan segala kemampuannya dan potensinya lah yang dapat menentukan berhasil
atau tidaknya suatu organisasi. Terbentuknya suatu organisasi dengan visi misi
yang berkualitas akan sia sia belaka tanpa adanya sumber daya manusia yang
bekerja dalam rangka berusaha mewujudkan visi misinya tersebut.
Lalu bagaimana sumber daya
manusia yang begitu banyak dengan berbagai macam kemampuan dapat bekerja dengan
sinergis demi mencapai suatu tujuan? Apa yang dapat mendorong hal tersebut?
Dalam hal ini lah diperlukannya kepemimpinan yang bagus, yang dapat mengajak,
mendorong, dan memotivasi sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerja
sebaik-baiknya demi mewujudkan tujuan-tujuan organisasi yang dibinanya. Dengan
segala cara, karisma, dan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pemimipin,
pemimpin yang baik dapat mendorong sumber daya manusia untuk mengeluarkan
kemampuan terbaiknya yang nantinya dapat berguna demi meningkatkan kinerja
organisasi. Dengan begitu, sumber daya manusia akan diapresiasi lebih untuk
peningkatan kinerjanya, dan pemimpin pun mendapatkan keuntungan dari majunya
organisasi yang dibinanya karena telah memimpin dan membina sumber daya manusia
dengan sebaik-baiknya.
Dengan begitu dapat
disimpulkan bahwa SDM, organisasi, dan kepemimpinan sangat berkaitan satu sama
lain, organisasi sebagai wadah SDM memanfaatkan kemampuannya, SDM sebagai
sumber organisasi meningkatkan kualitasnya, kepemimpinan sebagai faktor
pendorong kinerja organisasi. Ketiga hal ini berkaitan dan bekerja sinergis
demi mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama.
E.Contoh yang ada di Indonesia
Salah
satu wiraswasta yang terkenal dan memiliki sifat kepemimpinan yang khas di
Indonesia adalah Bob Sadino. Bob Sadino adalah seorang pengusaha yang berangkat
dari nol, tapi kemudian berhasil mengembangkan bisnis hingga besar dan bertahan
lebih dari 40 tahun. Dilansir dari salah satu buku bertajuk “Animal-Based Management” Bob Sadino
sebagai pemimpin perusahaan di bidang peternakan dan makanan Indonesia memiliki
gaya kepemimpinan yang santai. Pemimpin jaringan usaha “Kem food” dan “Kem chick” ini
penampilannya jauh dari kesan formal. Pria yang sering disapa “OmBob” ini identik dengan pakaian berupa kemeja
lengan pendek dan celana pendek. Gaya beliau pun jauh dari kesan birokratis. Beliau
dapat dengan santai dan tangkas bertegur sapa dan berakrab-akrab ria dengan
para relasi, pelanggan, dan terutama para stafnya. Bob Sadino memperlakukan
karyawannya seperti keluarga dan selalu memotivasi para karyawannya agar
bekerja dengan baik dan bahkan karyawannya mempunyai rasa memiliki terhadap
perusahaan tersebut. Dengan begitu, tidak perlu terlalu ketat mengawasi
pegawainya setiap saat karena masing-masing telah sadar akan tanggung jawab dan
tugasnya dikarenakan rasa ingin memiliki tadi. Singkatnya Om Bob ini tidak
menyukai formalitas.
Namun begitu, Om Bob juga sangat
tegas terhadap kedisiplinan karyawan. Om Bob juga dikenal tidak serta merta
mencanangkan peraturan dalam memimpin sebuah perusahaan. Ia selalu menawarkan
terlebih dahulu rancangan peraturan yang akan dibuatnya kepada karyawannya,
supaya kebijakannya dapat diikuti semua karyawan tanpa adanya konflik. Dalam
setiap wawancara dan seminar yang dihadirinya,Om Bob juga selalu menekankan pentingnya berani untuk memulai sesuatu
dengan karakter bicaranya yang terkenal spontan dan blak-blakan. Dia bahkan
pernah berkata bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai, bukan hanya di
renungkan saja.
Tak heran buku “Animal Based Management” mengkategorikan Om Bob sebagai pribadi
pemimpin yang mirip dengan karakter buaya, yang disiplin, memburu tanpa kenal
lelah, kritis, berani maju sendiri dan hebat dalam menggerakkan orang-orang
lain untuk bertindak, mengasuh, mempercayai untuk melakukan delegasi dalam
penguatan tim serta mampu berkomunikasi dengan baik. Karakter kepemimpinan seperti
ini juga disebut juga dengan karakter kepemimpinan Alpha Eksekutor oleh Ludeman dan Erlandson dalam bukunya yang
terkenal berjudul “Alpha Man Syndrome. Gaya
kepemimpinan Bob Sadino ini bahkan disejajarkan dengan gaya kepemimpinan wakil
presiden Jusuf Kalla.
Dengan karakter kepemimpinan yang berorientasi jelas namun
santai tersebut, Bob Sadino berhasil menjadi ikon wirausahawan Indonesia. Bob
Sadino yang mengawali kariernya dalam bidang wirausahawan dan peternakan dengan
menjual telur ayam secara berkeliling, kini telah menjadi salah satu milyader
di Indonesia. Catatan awal tahun 1985 menyebutkan bahwa perusahaanBob rata-rata menjual 40-50 ton daging
segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar sekitar 100 ton. Sekarang
perusahaan tersebut telah berkembang menjadi PT. Kemang Food Industries. Om Bob
berhasil membuka 2 cabang Kem Chicks yaitu
salah satu supermarket besar didaerah
Kemang yang mayoritas pengunjungnya adalah penduduk ekspatriat, sertaKem Farm yang merupakan ladang sayur pertama yang menggunakan
sistem hidroponik. Selain bisnis makanan Om Bob juga memiliki bisnis The
Mansion at Kemang yang merupakan hasil kerja sama Om Bob dengan salah satu
perusahaan properti terbesar di Indonesia. Dapat dibayangkan dari hasil kegigihan
dan kepemimpinan yang handal, Om Bob kini memiliki ribuan karyawan, dengan
begitu ikut membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.
Hal ini membuktikan bahwa
kepemimpinan, organisasi, dan SDM itu saling mempengaruhi. Dengan gaya
kepemimpinan yang hebat, seseorang dapat menjalankan dan melebarkan sayap
sebuah organisasi menjadi jauh lebih berjaya, tidak hanya mencapai tujuan awal organisasi
tersebut, namun juga dapat berinovasi jauh lebih maju, menginspirasi dan
bermanfaat bagi banyak orang. Dengan gaya kepemimpinan yang hebat suatu
organisasi dapat berkembang pesat dan menyediakan lebih banyak lapangan
pekerjaan bagi sumber daya manusia di Indonesia. Dan dengan gaya kepemimpinan
yang hebat pula, sumber daya manusia yang ada termotivasi tinggi dan senang
melakukan pekerjaannya. Organisasi pun menjadi organisasi yang berjaya dengan
adanya pemimpin yang hebat, sumber daya manusia yang motivasi dan kualitas
kerjanya tinggi, serta reputasi yang baik sehingga banyak orang yang ingin ikut
andil dan bekerja dalam organisasi tersebut.
Sumber:
Batteman, T.S., Scott A. Snell. (2008). “Manajemen: Kepemimpinan dan kolaborasi dalam
dunia yang kompetetif”. Jakarta: Salemba humanika
Hariandja, M. (2007). “Manajemen
sumber daya manusia”.
Jakarta:
PT Grasindo
Wahono, S,
Dofa Purnomo. (2010). “Animal Based
Management”. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tidur merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
manusia, agar kinerja dan performa tubuh tetap optimal saat tubuh sedang
terjaga. Selama tidur, tubuh akan membentuk dan meregenerasi sel, mendukung
fungsi otak, dan mengisi kembali energi tubuh. Bagi anak dan remaja, tidur
dibutuhkan untuk membantu proses tumbuh kembang mereka.
APA ITU GANGGUAN TIDUR (SLEEP DISORDER)?
Tidur dapat dibagi menjadi dua tipe/fase, yaitu tidur REM
dan non-REM (NREM). Dalam tidur yang normal, kedua fase tersebut selalu
berulang-ulang dalam tidur, dengan panjang waktu sekitar 90 menit
masing-masingnya. NREM memiliki 4 fase, dimana fase empat merupakan fase tidur
paling dalam/lelap. Fase REM merupakan fase paling dalam, dan sering disebut
dengan fase mimpi.
Namun ketika siklus itu terganggu, atau ketika seseorang
tidak mengalami siklus REM dan NREM secara normal, tubuh akan mengalami
berbagai efek buruk seperti merasa lelah, menurunnya kemampuan untuk
berkonsentrasi, metabolisme tubuh terganggu, dan lain sebagainya.
APA
ITU INSOMNIA?
Insomnia
adalah masalah kesulitan untuk tidur, kesulitan untuk tetap tidur, kualitas
tidur yang buruk, atau kombinasi dari gejala-gejala tersebut. Insomnia
merupakan pola yang panjang dari masalah tidur, bukan hanya masalah satu atau
dua hari. Insomnia juga tidak hanya mempengaruhi diri kita di waktu malam,
tetapi juga di waktu siang. Kita dapat mengalami ngantuk berat di waktu siang,
kesulitan untuk tetap terjaga selama bekerja, masalah konsentrasi dalam
bekerja, merasa ingin marah dan mood mudah berubah, serta kecemasan berlebihan
di waktu siang.
WHO
SUFFERS FROM INSOMNIA AND WHEN IS IT TO SEEK HELP?
Lebih
sering terjadi pada wanita, anak-anak dan orang dewasa juga mengalami. Hampir
semua orang pernah mengalami insomnia seperti saat kita belajar hingga larut
malam untuk ujian, atau saat ada interview penting keesokan harinya. Seseorang
dapat menderita insomnia akut, dan dapat menjadi kronis jika gejala terus
muncul selama 3 bulan dan terjadi tiga kali atau lebih dari seminggu, maka akan
dikategorikan sebagai gangguan tidur.
JENIS-JENIS INSOMNIA
Ada tiga jenis gangguan insomnia,
yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam
(sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang
diinginkan (early awakening insomnia).
Dalam perkembanganya insomnia memiliki beberapa
jenis berikut uraianya :
1.Insomnia Temporer (Transient
Insomnia)
Insomnia temporer (transient insomnia). Insomnia ini hanya terjadi sekali waktu
saja atau bahkan jarang terjadi dan sekalipun terjadi biasanya hanya
berlangsung singkat. Biasanya durasinya adalah beberapa hari paling lama satu
minggu.
2.Insomnia Akut (Acute
Insomnia)
Insomnia akut (acute insomnia), insomnia ini memiliki durasi yang berbeda dari
yang pertama tadi dan paling lama kurang lebih satu bulan. insomnia jenis ini
terjadi karena masalah lingkungan yang kurang nyaman untuk tidur, masalah pikiran
yang terjadi kepada penderitanya seperti putus cinta atau karena pekerjaanya.
3.Insomnia Kronis (Chronic
Insomnia)
Insomnia kronis (chronic insomnia) ini adalah jenis insomnia yang paling parah
dari kedua insomnia di atas. Insomnia kronis ini terjadi karena faktor
kebiasaan jadi hati-hati bagi anda yang selama ini tidurnya bermasalah segera
atasi dengan pergi ke dokter.
Bukan hanya karena kebiasaan tapi bisa juga
karena keturunan yang turun temurun di warisi oleh kakek nenek moyang si
penderita. dari ketiga jenis insomnia di atas tentu tidak ada yang baik untuk
kesehatan. Karena jika di biarkan akan menimbulkan berbagai masalah yang serius
seperti penyakit jantung, hipertensi dan penyakit serius lainya.
INSOMNIA
AKUT VS INSOMNIA KRONIS
Berapa
lama berlangsung dan seberapa sering terjadi insomnia bisa bervariasi. Insomnia
dapat berlangsung dalam jangka pendek (insomnia akut) atau dapat juga bertahan
lama (insomnia kronis). Insomnia juga dapat hilang dan muncul kembali.
Insomnia akut dapat berlangsung selama satu malam sampai beberapa minggu.
Sedangkan insomnia kronis berlangsung setidaknya tiga malam seminggu selama
satu bulan atau lebih.
GEJALA-GEJALA
INSOMNIA
Secara umum, penyakit insomnia ditandai
dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Tangan berkeringat
Kembung dan nyeri pada perut
Cepat marah
Kelelahan yang berlebihan
Sulit mengingat, konsentrasi, atau membuat keputusan
Perubahan waktu dan pola tidur
Sakit kepala, nyeri leher, dan pegal pada punggung
Napas tersengal-sengal dan detak jantung tidak stabil
Selain itu insomnia juga dapat ditandai
oleh hal berikut :
1.Masih
Merasa Lelah
Anda sudah tidur 8 jam, tapi ketika bangun badan tetap lelah? Ini salah satu
tanda Anda terkena insomnia. Padahal, normalnya saat tidur, 'cahaya
tubuh' akan meredup. Jika 'cahaya tubuh' ini masih aktif, otak akan mencegah
tubuh untuk beristirahat. Inilah yang membuat Anda terus terjaga sehinga tubuh
tidak bisa berisirahat dan tetap merasa lelah.
2.Mendengkur
Mendengkur memang bukan salah satu tanda yang berbahaya. Tapi, bisa menjadi
peringatan bahwa kondoisi pernafasan Anda mulai terganggu. Jika nafas
terhambat, tidur Anda jadi tidak tenang dan sering terbangun. Malahan,
dengkuran Anda bisa membuat orang lain ikut insomnia karena terganggu dengan
suaranya.
3.Ingin
Tidur Siang
Jika tidur malam Anda terganggu, otomatis Anda akan mengantuk di siang hari.
Sering kali di jam kerja, Anda merasa sangat ingin beranjak ke tempat
tidur. Ini juga bisa sebagai tanda bahwa semalam, Anda terkena insomnia.
4.Sering
Tak Bisa Tidur
Ini adalah tanda yang paling utama. Tapi, banyak orang mengabaikannya, bahkan
tidak mau berkonsultasi ke dokter. Mereka menganggap, insomnia umum terjadi.
Padahal, jika berlangsung terus menerus, akan muncul penyakit kronis yang bisa
menyerang otak.
5.Depresi
Wajar jika Anda tidak bisa tidur karena sedang banyak pikiran. Biasanya, tubuh
Anda akan jadi gelisah dan menyebabkan Anda tidak bisa tidur. Jika Anda
mengalami gangguan depresi, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar tidak
menjadi masalah yang serius.
PENYEBAB
INSOMNIA
Insomnia dapat terjadi karena
disebabkan beberapa faktor, baik faktor biologis, medis, psikologis, maupun
kerena faktor lingkungan.
1.Faktor Medis dan
Biologis
·Faktor usia.
Penelitian menunjukkan bahwa sesorang yang sudah berusia lanjut lebih beresiko
mengalami insomnia daripada yang masih muda.
·Hormon yang
diproduksi pada wanita hamil dan menstruasi.
·Masalah dengan jet
lag (mabuk udara).
·Kerusakan otak
seperti stroke atau alzheimer.
·Faktor genetik
(bawaan lahir), meskipun sangat jarang terjadi.
·Efek samping
penggunaan obat, soda, narkoba, alkohol, atau kafein.
2. Faktor Psikologis
·Faktor gangguan
mental seperti skizofrenia, gangguan kecemasan (anxiety disorder), atau
gangguan kepribadian bipolar.
·Beban pikiran yang
terlalu banyak.
·Faktor psikis seperti
ketakutan, paranoid, stress, depresi, kecemasan, serta tekanan mental dan
emosional.
·Ketakutan akibat
gangguan pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement) seperti mimpi
buruk, tindihan (sleep paralysis), atau berjalan saat tidur (sleepwalking).
3.Faktor Dari Luar
·Jam kerja yang
berubah-ubah atau tidak teratur. Sehingga tubuh akan sulit menyesuaikan diri.
·Kelelahan fisik.
·Bekerja pada malam
hari.
·Lingkungan yang tidak
mendukung untuk tidur.
·Pola tidur yang tidak
teratur.
Penyebab
insomnia
akut antara lain:
·Stres yang signifikan, seperti:
kehilangan pekerjaan, adanya perubahan, kematian orang yang dicintai,
perceraian, pindah rumah dan sebagainya.
·Penyakit.
·Ketidaknyamanan emosional atau
fisik.
·Faktor lingkungan seperti
kebisingan, cahaya, atau suhu ekstrim (panas atau dingin) yang mengganggu
tidur.
·Beberapa obat-obatan dapat
mengganggu tidur, seperti obat untuk mengobati flu, alergi, depresi, tekanan
darah tinggi, dan asma.
·Gangguan jadwal tidur normal,
misalnya: jet lag atau peralihan dari shift pagi ke shift malam.
Sedangkan
penyebab insomnia
kronis antara lain:
·Depresi dan / atau kecemasan.
·Stres kronis.
·Nyeri atau merasa tidak nyaman
di malam hari.
MENDIAGNOSIS
INSOMNIA
Insomnia
didiagnosa berdasarkan laporan yang diceritakan oleh pasien, tidak ada lab test
atau tes darah yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa apakah seseorang
menderita insomnia. Terapis atau dokter akan memeriksa catatan medis dan
catatan psikiatris pasien, dan yang paling penting adalah bagaimana pasien
mendeskripsikan gejala insomnianya.
MENGOBATI
INSOMNIA
Insomnia
akut mungkin tidak perlu pengobatan. Sedangkan insomnia ringan sering kali
dapat dicegah atau disembuhkan dengan melakukan kebiasaan tidur yang baik
(lihat bagian kebiasaan tidur yang baik di bagian bawah).
Jika
insomnia membuat Anda sulit beraktivitas di siang hari karena mengantuk dan
lelah, maka dokter Anda mungkin meresepkan obat tidur untuk waktu yang
terbatas. Obat-obatan yang bereaksi dengan cepat dapat membantu Anda
menghindari dampak seperti mengantuk di esok hari.
Hindari
penggunaan obat tidur generik karena obat tersebut mungkin memiliki efek
samping yang tidak diinginkan dan cenderung kehilangan efektivitasnya seiring
berlalunya waktu.
Pengobatan
yang dilakukan untuk insomnia kronis antara lain:
Mengobati
kondisi atau masalah kesehatan yang menyebabkan insomnia.
Jika
insomnia berlanjut, dokter mungkin menyarankan terapi perilaku. Pendekatan
perilaku membantu Anda untuk mengubah perilaku yang dapat memperburuk
insomnia serta mempelajari perilaku yang mendorong tidur.
Teknik-teknik
seperti latihan relaksasi, terapi pembatasan tidur, dan rekondisi mungkin
dapat berguna.
KEBIASAAN
TIDUR YANG BAIK UNTUK MENGATASI INSOMNIA
Kebiasaan
tidur yang baik, yang juga disebut tidur yang higiene, dapat membantu Anda memperoleh
tidur malam yang baik dan mengatasi insomnia. Berikut ini beberapa tipsnya:
Tidur pada
waktu yang sama setiap malam dan bangun tidur pada waktu yang sama juga
setiap pagi.
Cobalah
untuk tidak tidur siang karena tidur siang dapat membuat Anda kurang
mengantuk di malam hari.
Hindari
kafein, nikotin, dan alkohol di malam hari. Kafein dan nikotin bersifat
stimulan dan dapat mencegah Anda untuk tertidur. Alkohol dapat menyebabkan
terbangun di malam hari dan mengganggu kualitas tidur Anda.
Olahraga
teratur. Namun perlu diketahui agar tidak berolahraga berdekatan dengan
waktu tidur karena dapat menstimulir Anda sehingga sulit untuk tertidur.
Para ahli menyarankan untuk tidak berolahraga, setidaknya tiga sampai
empat jam sebelum waktu tidur Anda.
Jangan makan
makanan berat di malam hari. Lebih baik makan makanan ringan sebelum tidur
karena dapat membantu Anda tertidur.
Buatlah
kamar tidur Anda nyaman. Pastikan bahwa kamar tidur gelap, tenang, serta
tidak terlalu hangat atau terlalu dingin. Jika cahaya menjadi masalah,
coba gunakan masker tidur. Jika kebisingan menjadi masalah, coba gunakan
penutup telinga, kipas angin, atau mesin yang menghasilkan “white noise”
untuk menutupi suara bising.
Lakukan
rutinitas yang membantu Anda bersantai sebelum tidur, seperti: mandi,
membaca buku, atau mendengarkan musik.
Gunakan
tempat tidur Anda hanya untuk tidur atau hubungan intim.
Jika Anda
tidak dapat tertidur dan tidak mengantuk, coba lakukan sesuatu yang tidak
terlalu menstimulir Anda, seperti membaca, sampai Anda mengantuk.
Jika Anda
terjaga karena mengkhawatirkan banyak hal, maka cobalah membuat daftar apa
yang harus Anda lakukan sebelum tidur. Hal ini dapat membantu Anda untuk
tidak berfokus pada kekhawatiran tersebut dimalam hari.
Penyakit
insomnia akan memberikan beberapa dampak kurang baik untuk beberapa hal :
1.Dampak fisiologis : karena
kebanyakan dari kasus indomnia terjadi akibat stress
2. Dampak psikologis : hal ini
bisa mengganggu ingatan memori, gangguan dalam berkonsentrasi, kehilangan pada
motivasi, depresi, serta hal lainnya.
3.Dampak fisik : mengalami
kelelahan, nyeri sendi, hipertensi darah tinggi
4. Dampak social : kulitas hidup
yang mengalami gangguan sussah untuk mendapatkan promosi dari lingkungan
pekerjaan kurang bergairah dalam menikmati hubungan seksual dan keluarga
5.Kematian : orang yang tidur
kurang dari 5 jam mempunyai kuantitas tidur selama 7 -8 jam dalam sehari.